Monday, 13 February 2017

GIPALHA 2017

Laporan dari Ayunda Pinus

Salam Hizbul Wathan
Kali ini Unit Kegiatan Mahasiswa UKM Hizbul Wathan Universitas Muhammadiyah Makassar kembali mengadakan Giat Pengenal dan Penghela yang disingkat GIPLHA,pada kegiatan ini diikuti oleh beberapa sekolah muhammadiyah dan sekolah yang berbasis pesantren yang ada di sulawesi selatan.
Pada ajang tahunan ini pelaksanaannya di pusatkan di bumi perkemahan kabupaten bantaeng sulawesi selatan,untuk tingkat SMA di ikuti oleh delapan sekolah sedangkan untuk tingkat SMP diikuti sembilan sekolah yang mewakili kabupaten bulukumba,bantaeng,takalar,gowa,makassar,pangkep,soppeng dan enrekang.
Amril bambu yang merupakan ketua umum hizbul wathan unismuh makassar yang berasal dari Fakultas Ilmu Keguruan dan pendidikan jurusan Pendidikan sekolah Dasar mengatakan bahwa pada kegiatan kali ini seluruh peserta sangat antusisa mengikuti kegiatan ini meskipun ada beberapa kendala termasuk perubahan lokasi kegiatan yang semula akan diadakan di pulau lakkang makassar namun karena lokasi digenangi air akibat musim hujan yang masih berlangsung maka lokasi kegiatan dipindahkan ke kabupaten bantaeng hal ini pula menyebabkan bebrapa sekolah tidak menyempatkan untuk berpartisipasi,hal senada juga dikatakan oleh ketua panitia yusuf ramadhan yang berasal dari fakultas teknik jurusan teknik elektro unismuh makassar,adapun tema dari kegiatan ini yaitu LET'S GO!,Tunjukan kreativitasmu,tuangkan karyamu dalam lingkar warna kacumu.
Ketua panitia Giplha 2017 juga mengatakan pada kegiatan ini ada beberapa item lomba yang dipertandingkan yaitu,LKBB,Vocal group,Smaphore,P2HW,SMS (Sandi Morse Smaphore),Karikatur,Pembuatan tandu satu tangan,Tari kreasi,Pidato tiga bahasa,Stick,Sepak bola sarung,Perkusi dan tilawah.
Kegiatan ini dibuka oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Bantaeng pada hari sabtu 11 feburuary dan berakhir pada tanggal 15 February 2017 kegiatan inipun dirangkaikan dengan Pengukuhan angkatan 19

Berikut ini beberapa dokumentasi kegiatan GIPALHA 2017


Peserata dan bebrapa dewan juri

Upacara pembukaan




Pembuatan soal lomba








Peserta Putra

Pembuatan Gapura Peserta

Gapura peserta

Lomba berlangsung dengan seru

Pembukaan kegiatan di Bumi perkemahan Bantaeng

berita kegitan sebelumnyaGIPLHA IV

Thursday, 19 January 2017

Catatan Perjalan Gunung Latimojong


Perjalanan menuju gunung latimojong


(Dicatat Oleh Muhammad Irjan.Rumbia Angkatan XI.Hizbul Wathan Unismuh Makassar)



       Tim packing di kediaman rakanda rumbia pada hari minggu 28 Agustus 2016 pukul 08.00-09.30. Setelah semuanya selesai tim berangkat menuju desa terakhir pada pukul 10.30 dengan kondisi jalanan yang cukup ektstrim, ditambah tanah yang lumayan becek karena sudah hujan dan akhirnya sampai di dusun karangan desa latimojong pukul 12.10,

       Tim istirahat sekalian shalat duhur. Setelah semuanya selesai shalat tim foto bersama dan melanjutkan perjalanan menuju gunung latimojong pukul 13.10, tim berjalan menyusuri perkebunan warga dan sampai di sungai-sungai kecil 13.28 tim memutuskan untuk istirahat sejenak sambil makan roti karena perut sudah mulai kosong, setelah selesai makan roti tim memutuskan untuk melanjutkan perjalanan tapi tak lupa pula tim berdoa semoga diberi keselamatan dan kesehatan.

       Tepat pukul 13.38 tim kembali melanjutkan perjalanan dengan jalanan mendatar sampai dapat lagi sungai kecil kondisi jalan sudah mulai menanjak dan sepanjang perjalananan hanya pohon kopi yang kelihatan, akhirnya tim sampai di pos 1 pada pukul 14.14 dan memutuskan untuk istrahat dan kondisi tim masih sehat. Setelah istrahat yang cukup tim kembali memutuskan untuk melanjutkan perjalanan dan berangkat dari pos 1 menuju pos 2 pada pukul 14.28, kondisi jalan yang menanjak melewati hutan belantara, setelah melewati tanjakan tim mendapatkan jalan penurunan dan akhirnya tim sampai di sungai sekaligus pos 2 pada pukul 15.30, tim kembali istrahat sekaligus tim mandi-mandi untuk menghangatkan tubuh. Hari menjelang sore tim memutuskan untuk memasak persiapan makan malam, menu kali ini tempe, telur, dan sayur bening. Setelah semuanya beres dan malam sudah mulai gelap tim shalat maghrib sekalian juga dengan shalat isya. Selesai shalat tim langsung makan bersama. Setelah makan malam sebagian teman pergi tidur namun kami memutuskan untuk cerita-cerita sambil menghangatkan tubuh di api unggun yang kami buat sebelumnya. Malam semakin larut dan kami juga sudah mengantuk kami memutuskan untuk pergi tidur disini kami tidak membangun tenda karena ada goa dan kami tidur didalam goa, sepanjang malam saya sudah tidur entah kenapa namun firasat saya mulai aneh, saya memutuskan untuk bangun tepatnya pukul 12.00 untuk berwudhu kemudian kembali ketempat pembaringan dan Alhamdulillah bisa tidur, tepat pukul 04.00 saya terbangun dan saya ikut membangunkan teman disamping untuk bangun memasak, santigi pun ikut bangun namun kembali tidur dan dari situ santigi didatangi sesosok makhlus yang katanya perempuan dan mengancam untuk memakannya namun ada juga temannya yang menahannya, beruntung masih ada yang baik, sementara saya sibuk dengan teman yang lain memasak dengan menu yang sama semalam, tepat pukul 15.20 saya memutuskan untuk shalat subuh, meskipun airnya begitu dingin saya tetap berwudhu demi menjalankan kewajiban.

        Hari menjelang pagi tim sarapan pada pukul 06.20, setelah selesai makan sebagian tim membersihkan perlengkapan makan dan sebagian lagi packing barang. Pukul 07.17 tim kembali melanjutkan perjalanan menuju pos 3 dengan kondisi medan yang tanjakan, setelah berjalan beberapa menit tim mendapati medan yang cukup ekstrim dimana tim harus lewat satu persatu karena harus berpegangan pada rotan yang sudah disiapkan memang warga. Setelah melewati tanjakan yang cukup menegangkan dan melelahkan akhirnya sampai juga si pos 3 pada pukul 07.48, tim kembali istrahat. Pukul 07.55 tim kembali melanjutkan perjalanan, dengan kondisi medan sama namun tidak terlalu menanjak, setelah berjalan beberapa menit tim kembaIi istrahat 08.25 dan melanjutkan kembali perjalanan pukul 08.32. Setelah berjalan beberapa menit tim akhirnya sampai di pos 4 pada pukul 08.36 dan memutuskan untuk kembali istrahat. Setelah istrahat yang cukup tim kembali melanjutkan perjalanan pada pukul 08.50 dengan kondisi medan yang tetap sama, di sepanjang jalan banyak pohon rotan namun lebih banyak yang dari pos.3 menuju pos 4, akhirnya tim sampai di pos 5 pada pukul 09.57, tim kembali istrahat sambil memakan roti tawar yang kami bawa, karena bekal air minum yang kami bawa dari pos sudah agak berkurang jadi kami memutuskan untuk mengambil air, kebetulan di pos 5 ada sumber air.

      Tim kembali melanjutkan perjalanan pada pukul 10.35 dengan kondisi medan yang tetap sama menurut saya sesekali tim istrahat karena medannya begitu menguras tenaga, akhirnya Tim tiba di pos 6 pukul 11.11 dan tim kembali iatrahat. Setelah istrahat yang cukup tim kembali melanjutkan perjalanan pada pukul 11.30 kondisi medan masih tetap sama, tim sesekali istrahat karena capek. Setelah berjalan cukup lama melewati pepohonan yang besar dipenuhi dengan lumut, saya sempatkan untuk singgah berfoto. Setelah berjalan cuaca sudah mulai berkabut ya lumayan dinginlah akan tetapi semangat tim tidak pernah goyah, perjalanan yang begitu melelahkan dan menguras tenaga akhirnya tim sampai di pos 7 pada pukul 12.50, tim kembali istrahat. Setelah istrahat yang cukup saya dan beberapa teman memutuskan untuk shalat dhuhur, sebagian teman memasak dan sebagian yang lain mendirikan tenda. Setelah semuanya selesai kami pun makan siang pada pukul 14.20 setelah itu kami kembali istrahat sambil menikmati kopi dengan cuaca yang kadang panas namun kadang dingin sambil menunggu waktu ashar, waktu berlalu waktu ashar pun tiba, saya kembali untuk melaksanakan rutinitas sebagai umat islam yaitu melaksanakan shalat ashar.

       Pukul 16.11 tim memutuskan untuk naik ke puncak dengan kondisi medan yang cukup terjal, namun setelah berjalan beberapa menit baru kita mendapatkan jalanan mendatar dan kami pun melewati telaga namun telaga itu tidak ada airnya maklum musim kemarau..hehehehe. Jalanan menuju puncak setelah telaga melewati bebatuan yang hampir tak ada pohon yang tumbuh kecuali disekitarnya. Setelah berjalan yang cukup akhirnya tim sampai di puncak Rantemario pada pukul 17.05, betapa senangnya hati, betapa leganya hati ini, seketika juga rasa capek hilang melihat pemandangan yang sangat mengagumkan, kami pun berfoto sepuasnya sampai matahari hampir tenggelam kami memutuskan untuk kembali turun karena cuaca sudah mulai dingin dan kami pun sampai ditempat camp pada pukul 18.34,dan langsung menuju sungai berwudhu untuk shalat. Selesai shalat kami pun memasak dan menu kali ini adalah indomi + boncis + wortel + ikan kering yang dibakar.

         Setelah makan malam, sebagian teman berkumpul bikin bakwan, namun saya dan beberapa teman memutuskan untuk shalat isya karena jarum jam sudah menunjukkan pukul 20.25. Selesai shalat saya kembali berkumpul dengan teman untuk minum kopi sambil menikmati bakwan buatan mereka, luar biasa kebersamaan yang begitu indah. Malam yang semakin larut dan jarum jam menunjukkan pukul 22.17 membuat mata sudah tidak mau kompromi dan saya memutuskan untuk tidur sementara yang lain masih sibuk dengan gorengan bakwannya. Pagi hari kami bangun tepatnya pukul 05.04, teman-teman sudah siap berangkat menuju puncak namun saya dana beberapa tema memutuskan untuk shalat subuh dan teman yang lain sudah berangkat duluan, setelah selesai shalat subuh saya dan beberapa teman lain menuju puncak pada pukul 05.30 dan sampai dipuncak pada pukul 06.25 dan disambut dengan sunset yang begitu indah, beberapa teman mengabadikan moment itu namun saya memilih untuk bersantai diatas batu sambil menikmati keindahan alam ciptaan Tuhan yang sungguh indah ini, yang lain sibuk dengan tulisan pesanan dari temannya tulisannya kurang lebih seperti ini ......dapat salam dari puncak Rantemario dan beberapa lagi kalimat yang saya tidak sempat membacanya, lumayan banyaknya kertas dan satu hal yang patut disyukuri karena mereka membawa turun kertasnya. Setelah puas berfoto-foto di tranggulasi saya dan teman-teman memutuskan untuk turun ke tempat camp tepatnya pukul 08.26 dan sampai di bawah pada pukul 09.20, setelah istrahat yang cukup kami pun memasak dan sebagian yang lain mengurus barangnya untuk dibpacking, pukul 11.05 kami makan pagi sekaligus makan siang karena ransum sudah tidak ada lagi. Setelah makan kami langsung packing barang persiapan pulang.

        Setelah semuanya beres kami pun foto keluarga untuk mengabadikan moment di pos 7, dan meninggalkan pos 7 pada pukul 11.42 dengan kondisi jalan yang cukup menurun dan sampai di pos 6 pada pukul 12.10 kami pun istrahat sebentar dan melanjutkan perjalanan menuju pos 5 pada pukul 12.15 dengan kondisi medan yang sama dan sampai di pos 5 pada pukul 12.35, kami pun kembali istrahat sebentar dan melanjutkan perjalanan pada pukul 12.39 menuju pos 4 dan sampai di pos 4 pada pukul 13.20 kami kembali istrahat untuk mengumpulkan stamina dan kembali melanjutkan perjalanan pada pukul 13.32 menuju pos 3, dan kami pun sampai di pos 3 pada pukul 13.51 disini kami tidak istrahat karena pengen cepat-cepat sampai di pos 2, dan akhirnya kamipun tiba di pos 2 pada pukul 14.25, kami pun istrahat sekaligus shalat dhuhur, setelah shalat kami pun memutuskan untuk minum kopi, saya mengeluarkan kompor dan tabung dari dalam cariel untuk membuat kopi, sementara yang lainnya sibuk mandi disungai, setelah puas mandi kami pun menikmati kopi untuk menghangatkan tubuh. Setelah puas menikmati keindahan aliran sungai dengan airnya yang jernih kami pun kembali melanjutjab perjalanan pada pukul 15.12 dengan kondisi jalan yang tanjakan, setelah berjalan cukup lama kami kembali mendapatkan jalan menurun namun beberapa menit saja mata kami kembali menyaksikan keindahan perkebunan kopi warga dan sampai di pos 1 pada pukul 15.53, dan kami kembali istrahat. Setelah puas menikmati perkebunan kopi warga kami pun kembali melanjutkan perjalanan pada pukul 15.58 melewati perkebunan kopi milik warga dusun karangan dan Alhamdulillah tim sampai di dusun Karangan Desa Latimojong Kecamatan Buntu Batu pada pukul 16.30 dan langsung istrahat sekaligu melaksanakan shalat ashar di mesjid, selesai shalat saya pun kembali melapor ke pos bahwa tim kami sudah sampai. Pukul 16. 58 kami pun meninggalkan dusun karangan menuju kediaman rakanda rumbia.


*Mohon maaf Laporan ini masihlah sangat sederhana,hanya untuk melengkapi laporan yang sudah ada

Tim pendakian terdiri dari anggota Hizbul wathan Unismuh Makassar

 Rumbia XI

*Untuk Melihat Laporan Perjalanan yang lain silahkan klik Laporan Perjalanan gunung Bawakaraeng


 Jawawut XI

 Santigi XI

 Neo Aromatika XIV

 Pacar Air XVII

 Adas XVII



*Dokumentasi Pendakian,silahkan ke sekretariat atau berhubungan dengan admin melalui kolom komentar blog ini




*di poskan oleh.Smapore VII








Job description

 menuju pemimpin harapan
Job description
Rahmat Suatan (0412VII)
Dibawakan pada Tarpim HW Univ.Muhammadiyah Makassar Juli 2014


Dalam menjalankan organisasi diperlukan berbagai pengetahuan dan kecakakapan bukan hanya sekedar terpilih lalu memimpin organisasi,salah satu kecakapan dalam mengurus organisasi yaitu tentang pembagian tugas atau kerja agar segala sesuatu menjadi efisien terkait hubungannya dengan organisasi,kecakapan kecapan yang terkait dengan itu adalah job description yang akan dibahas pada tulisan dibawah ini

Pengertian

Pengertian Job description/deskripsi pekerjaan menurut para pakar
1.Werther dan Davis (1989:123) 
 " A written statement that explain the duties,working condition and other aspects of a specified job",
penyataan tertulis yang menjelaskan tugas-tugas, kondisi kerja dan aspek-aspek lainnya dari suatu jabatan tertentu.
2.Nitisemito (1992 : 19)
penjelasan tentang suatu jabatan, tugas-tugasnya, tanggung jawabnya, wewenangnya dan sebagainya.
3.Flippo (1984:11)
memberikan rincian bagian-bagian yang biasanya terdapat di dalam deskripsi pekerjaan (job desgription) yaitu: 
(a) Job identification (identifikasi pekerjaan). 
(b). Job summary (ringkasan pekerjaan) ; 
(c).Duties performed (tugas-tugas yang harus dilaksanakan). 
(d)Supervision given and received (pegawasan yang diberikan
dan diterima)
 (e). Relation to other jobs (hubungan dengan pekerjaan yang lain) 
(f). Machines, tools, materials (mesin,peralatan dan bahan).
 (g) Working condition (kondisi kerja)
(h). Definitions of unusual terms (definisi dari istilah yang tidak biasa)
(i) Comments that add to and clarify the above (penjelasan yang menambah dan memperjelas hal-hal di atas) .

Pembuatan diskripsi jabatan (job description) yang wajar dilakukan melalui suatu analisis jabatan.Dari analisis jabatan yang dilaksanakan tersebut, maka akan dilakukan penelitian terhadap aspek-aspek jabatan melalui pengamatan dan/atau pengisian kuesioner baik secara tertutup maupun terbuka (wawancara) - oleh mereka yang menduduki suatu jabatan tertentu. Berdasarkan hasil pengumpulan data ini, kemudian akan dilakukan analisis jabatan yang selanjutnya dituangkan dalam bentuk deskripsi jabatan.

Sering juga terjadi, diskripsi jabatan dibuat terlebih dahulu,tanpa melalui analisis jabatan terutama pada perusahaan atau struktur organisasi yang baru dibentuk. Dalam hal ini lebih tepat untuk dikatakan sebagai “disesuaikan” menurut kondisi ataupun kenyataan yang terjadi pada saat diimplementasikan.

Ada lima konsep dasar yang dijadikan pertimbangan dalam menyusun sebuah skripsi jabatan yaitu:
• Diskripsi jabatan adalah suatu dokumen singkat dari informasi faktual yang merupakan tugas-tugas yang harus dilakukan dan merupakan pertanggungjawaban yang melekat erat pada sebuah jabatan tertentu.
• Dalam diskripsi jabatan akan teruraikan garis-garis besar lingkup jabatan tersebut dan jabatan-jabatan lainnya dalam organisasi/ dan prasyarat-prasyarat jabatan.
• Diskripsi jabatan selalu mendasarkan pada hakekat pekerjaan daripada individu yang melaksanakannya, dengan demikian orientasi yang termasuk di dalam skripsi jabatan akan menekankan pada aktifitas-aktifitas yang harus dilakukan oleh individu yang memegang jabatan itu.
• Deskripsi jabatan juga merupakan berbicara mengenai informasi-informasi yang selektif yang diperoleh dari laporan analisis jabatan. Oleh karenanya diskripsi jabatan akan menampilkan pernyataan-pernyataan (statements) yang relevan dengan jabatan tersebut.
• Data yang tercatat dalam diskripsi jabatan akan lebih ditekankan pada hakekat atau sifat dari jabatan yang bersangkutan.
Penyusunan diskripsi jabatan merupakan satu kebutuhan yang harus dipenuhi sebuah organisasi. Diskripsi jabatan sering mempunyai efek seperti cermin bagi manajemen. Di sini manajemen dapat menggunakan diskripsi jabatan tersebut untuk menemukan adanya ketidakseimbangan dalam organisasinya terutama yang menyangkut bidang tugas,wewenang, tanggung jawab dan sebagainya. Beberapa manfaat yang bisa ditarik dalam penyusunan diskripsi jabatan antara lain sebagai berikut:

• Sebagai bahan untuk mengadakan perbandingan antara tugas dan pekerjaan dalam suatu organisasi dengan tugas dan pekerjaan pada organisasi yang lainnya (termasuk sistem kompensasi yang berlaku).
• Sebagai dasar berpijak untuk penentuan sistem kompensasi di dalam organisasi melalui proses evaluasi jabatan.
• Sebagai dasar untuk pembentukan performance appraisal system, penyusunan program-program pengembangan sumber daya manusia,promosi jabatan, rekrutmen, dan sebagainya.
• Membantu seseorang untuk bisa lebih mengerti mengenai tugas wewenang maupun tanggung-jawab dari jabatannya.Dalam hal ini juga akan membantu dalam hal memberi bahan orientasi jabatan untuk penjabatan baru.
• Menjelaskan dan menjernihkan mengenai ruang lingkup jabatan dalam sebuah organisasi sehingga dapat dihindari kemungkinan salah interpretasi, overlapping, dan sebagainya.
• Membantu dalam program-program perencanaan dan pengembangan organisasi termasuk diantaranya program-program pelatihan, pengaturan kembali sistem dan prosedur kerja dan lain-lain.

Penyusunan diskripsi jabatan akan sangat terkait erat dengan struktur kepengurusan yang ada di organisasi. Dengan demikian pembuatan diskripsi jabatan dalam sebuah organisasi yang belum mendapat “ketenangan” dalam struktur organisasinya adalah sia-sia belaka, karena bersamaan dengan selesainya pembuatan diskripsi jabatan, maka struktur organisasi - serta jabatan-jabatannya - sudah akan berbeda dengan yang
dinyatakan dalam deskripsi jabatan tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa penyusunannya diskripsi jabatan juga akan berhubungan dengan masalah waktu (disamping biaya tentunya). Dari segi waktu, biasanya setelah beberapa minggu/bulan waktu harus dikeluarkan untuk penyusunan;
maka masih diperlukan pula waktu beberapa minggu/bulan lamanya untuk memeriksa, mengevaluasi dan memperbaiki isi daripada diskripsi jabatan tersebut, sebelum hasil dapat diterima dan diputuskan oleh manajemen untuk diimplementasikan.
Kemudian hasil diskripsi jabatan ini masih harus pula dipelihara dan dievaluasi secara kontinyu supaya tetap up-to-date. Penyusunan diskripsi jabatan sebuah perusahaan seharusnya dilaksanakan sendiri oleh para pejabat-pejabat atau pengurus yang duduk dalam struktur organisasi yang ada. Dasar pertimbangan utamanya adalah hanya merekalah yang paling tahu dan paham mengenai tugas-tugas yang harus dilaksanakan, wewenang maupun tanggung-jawab yang ada, dan sebagainya. Dalam hal ini, bila organisasi tidak memiliki personil yang ahli  untuk melaksanakan penyusunan diskripsi jabatan,maka penyusunannya dapat dilakukan dengan bantuan konsultan dari luar secara bersama-sama. Hanya saja di sini proses akan berlangsung jauh lebih lama berhubung konsultan tersebut harus mengenal dan mempelajari terlebih dahulu mengenai sesuatu yang ada dalam sebuah organisasi (termasuk semua jabatan).
Proses penyusunan deskripsi pekerjaan akan diawali dengan kegiatan pengumpulan data baik melalui pengamatan lapangan, kuesioner, wawancara dengan para pemegang jabatan yang ada maupun lewat data sekunder (referensi, studi literatur, dsb). Bahan-bahan yang terkumpul tersebut kemudian harus diolah dan disusun kembali serta diseragamkan untuk setiap jabatan yang sama (dalam hal-hal yang berkaitan dengan pengawasan maupun persyaratan yang bersifat umum). Hasil penyusunan awal yang berupa draft diskripsi jabatan kemudian harus dievaluasi dan didiskusikan kembali dengan individu yang memegang jabatan untuk kemudian diteliti kebenarannya. Berdasarkan evaluasi dan
koreksi yang dilaksanakan kemudian disusun “final job description” dan akhirnya bisa diimplementasikan. Diskripsi jabatan bukanlah sesuatu hal yang bersifat konstant (permanen) oleh karena itu tindak lanjut (follow up) berupa evaluasi secara kontinyu tetap diperlukan agar diskripsi jabatan selalu up-to-date.

Diskripsi jabatan pada dasarnya menggambarkan tentang bagaimana kenyataan suatu kegiatan/pekerjaan dilakukan.
Secara komprehensif diskripsi akan berisi tentang:
1. Nama Jabatan : di sini akan disebutkan masa jabatan yang ada dan sesuai dengan struktur organisasi yang telah dirancang dalam proses pembuatan struktur organisasi sebelumnya. Sekaligus di sini akan disebutkan nomor kode dari jabatan tersebut untuk memudahkan dalam proses pendataan nantinya.
2. Kedudukan Jabatan : di sini akan disebutkan kedudukan
jabatan tersebut dalam struktur organisasi yang ada, misalkan berada di departemen/bagian/seksi apa. Dari pernyataan ini akan dapat diketahui dengan mudah tingkat/hirarki jabatan tersebut dalam struktur organisasinya.
3. Ikhtisar Jabatan : menjelaskan mengenai tujuan umum atau tujuan dasar dari suatu jabatan yang membedakannya dengan jabatan yang lain. Ikhtisar jabatan ini bisa pula dikatakan sebagai kesimpulan (summary) dari tugas-tugas pokok.
4. Tugas-Tugas Pokok : berisikan daftar tugas-tugas yang
harus dilaksanakan; meliputi tugas rutin (harian), tugas berkala (periodik mingguan/bulanan), dan tugas insidentil/tambahan yang kejadiannya berlangsung secara random.
Tugas-tugas yang dituliskan terutama sekali yang frekuensi kegiatannya cukup sering. Dari daftar tugas ini, maka tugas-tugas apa saja yang harus dilakukan suatu jabatan dan bagaimana tugas tersebut harus dilaksanakan akan dituliskan serinci mungkin.
5. Wewenang : menunjukkan “the right & power” dari suatu jabatan untuk memerintah, memutuskan, menegaskan aturan/prosedur yang harus ditaati, dan sebagainya. Wewenang biasanya akan lebih banyak ditujukan ke mereka yang memiliki kedudukan level/hirarki) yang berada langsung di lini-atas suatu jabatan. Selanjutnya diskripsi jabatan seringkali pula akan dilengkapi dengan spesifikasi dan kondisi kerja di mana jabatan/kegiatan tersebut akan diselenggarakan secara rutin.
Dengan spesifikasi dan kondisi kerja, maka di sini akan diberikan gambaran umum mengenai spesifikasi dan kondisi kerja seperti posisi kerja, pengetahuan dan kecakapan teknis yang diperlukan, kondisi kerja (temperatur, suara, penerangan dan kondisi lingkungan fisik kerja lainnya) dan resiko-resiko kerja yang mungkin dihadapi. Penggambaran tentang spesifikasi maupun kondisi kerja ini prasyarat jabat dan sekaligus pula bisa dimanfaatkan untuk dasar penentuan kompensasi jabatan. Spesifikasi Jabatan Spesifikasi jabatan memberikan suatu gambaran mengenai kualifikasi kepribadian yang dituntut dalam suatu jabatan. Spesifikasi jabatan tersebut akan memberi identifikasi dan formulasi secara jelas tentang syarat-syarat jabatan yang dituntut dari seseorang yang nantinya dipromosikan untuk menduduki suatu jabatan tertentu. Prasyarat yang ditentukan seharusnya relevan dengan tugas-tugas pokok maupun spesifikasi/kondisi kerja yang akan dihadapi (baik yang menyangkut kemampuan fisik maupun mentalnya). Berdasarkan ketetapan mengenai prasyarat jabatan ini, maka manajemen akan bisa memiliki acuan dasar untuk melakukan program recruiting maupun training (pelatihan). Spesifikasi jabatan harus dibedakan dari analisis jabatan, karena spesifikasi jabatan pada hakekatnya disimpulkan atau didasarkan dari hasil analisis jabatan.
Agar suatu jabatan dalam organisasi bisa berhasil dilaksanakan dengan sebaik-baiknya maka perlu disusun suatu prasyarat jabatan yang secara spesifik ditetapkan
sebagi berikut:

1. Prasyarat Pengetahuan (Knowledge)
Meliputi pengetahuan yang dibutuhkan untuk tiap-tiap jabatan seperti pengetahuan teknis, profesional, administrasi/ manajemen dan sebagainya.
2. Prasyarat Keterampilan (Skill)
Masalah keterampilan (skill) ini sulit untuk diidentifikasikan maupun didefinisikan, keterampilan merupakan bentuk-bentuk perilaku yang penting dalam memberikan identifikasi dan tolok ukur seseorang secara efektif. Ketrampilan dikembangkan dari proses latihan yang teratur, rutin disamping tentunya juga tergantung pada kemampuan mental bawaan dan atribut fisik seseorang.
3. Prasyarat Sikap (Attitude)
Prasyarat ini yang paling sulit untuk diukur. Sikap pada hakekatnya merupakan kecenderungan seseorang untuk bertindak yang sangat tergantung pada aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Agar tetap bisa berguna, maka spesifikasi jabatan harus selalu diperiksa - terlebih-lebih akan diterapkan dievaluasi dan dikoreksi kembali apakah spesifikasi /prasyarat suatu jabatan masih memadai (up-to-date) mengingat adanya perubahan/perkembangan yang mungkin terjadi.



-Organisasi masa depan adalah organisasai yang mau berubah dan dapat beradaptasi dengan arus perubahan zaman yang sangat cepat. “Ikuti arus, jangan melawan arus, tapi menepi agar tidak terbawa arus”.
-Tulisan ini dibuat berdasarkan pengalaman dan tulisan dari berbagai sumber bacaan

tuluisan ini disusun berdasarkan referensi berbagai sumber

Friday, 18 November 2016

UCAPAN MILAD HIZBUL WATHAN

Tuesday, 24 November 2015

Buktikan dengan Prestasi dan Karya

Dalam hidup ada banyak hal yang terkadang kita luputkan dari perhatian kita baik sadar maupun secara tidak sadar trmasuk dengan kehadiran orang-orang yang ada disekitar kita
Kehidupan kita ini tidak terlepas dari kehadiran orang-orang lain di sekeliling kita. Seiring waktu, kita akan bertemu dan berinteraksi dengan orang-orang yang memiliki beragam sifat, karakter dan kebiasaannya.
Tidak semua orang dapat menerima, sepaham dan serasi dengan karakter, sifat dan kebiasaan kita.
Bukan tidak mungkin ada orang-orang yang tidak atau kurang bisa menerima kehadiran kita, sehingga mungkin mereka mencibirkan bibirnya untuk menghina kita, bahkan mungkin lebih ekstrim lagi orang-orang itu memfitnah, membenci, dan mencaci kita. Baik itu di lingkungan orang-orang yang seiman atau yang tidak seiman dengan kita.
Adakalanya kita harus memberi jawab atas perlakuan ini, bukan dengan antipati, menjauhi atau membalas mereka sama dengan perlakuannya, tetapi jawaban yang paling manjur adalah dengan karya dan prestasi. Di bidang apapun kita yang kita geluti, kita harus memberikan hasil yang bisa dilihat dan dinikmati orang lain.
Tunjukkan bahwa penilaian negatif mereka tentang siapa kita itu tidak benar lewat sikap hati, karya nyata dan prestasi yang mampu kita raih. Dengan penyertaan Tuhan, kita yakin bisa melakukan sesuatu yang berguna bagi sesama atau orang lain yang menjadi jawaban atas kebencian mereka kepada kita.



Sunday, 22 November 2015

PENGADATAN ANGKATAN XVIII (LEBAH)

Dalam membentuk kader Hizbul Wathan yang memiliki ruh(spirit) serta mempunyai integritas dan kompetensi untuk berperan di perserikatan, dalam kehidupan umat, dinamika bangsa serta konteks global, Hizbul wathan Unismuh Makassar mengadakan suatu pengadatan. Pengadatan yang dimaksud merupakan upaya untuk penanaman nilai, sikap dan cara berpikir, serta peningkatan kompetensi dan integritas terutama dalam aspek idiologi, kualitas kepemimpinan, ilmu pengetahuan dan wawasan bagi segenap pipmpinan, kader dan anggota. Dengan kata lain, dalam pengadatan harus terjadi penyadaran, peneguhan dan mengayaan. Pengadatan ini di laksanakan pada hari rabu-ahad tanggal 11-15 September 2015  di Biring Bulu kabupaten Gowa. Dengan jumlah peserta sebanyak 62. Meskipun diguyur hujan, para peserta tak pernah patah semangat,terus berjuang untuk menjadi seorang pandu.



     

Sepi Tanpamu jilid 1




Entah malam keberapa tanpa kabar darimu

bahkan anginpun enggan menyampaikan cerita

terbiasa aku mengisap candu yang kau sugukan…

“bisikanmu bagai kaca bening, jika dipukul kala sunyi,

dentingnya sanggup memeriahkan malam”

kepulan asapnya membayangkan parasmu duhai cintaku…

“suaramu yang sederhana, jika sedang bercerita,

disanalah semua keindahan dunia akan berkumpul ”

ya…

ini malam kesekian tanpa kabar darimu

bahkan rembulanpun enggan menyampaikan cerita

darimu...

diam-diam kubisikkan tanya pada embun yang turun perlahan;

“adakah malam ini kau menemaniku?”

mungkin hanya pada sang fajar akan kutitipkan sebuah puisi, tentang segala cerita sepi hati yang belum tersampaikan malam ini....

 ingin ku melupakanmu lewat sebait kata....aamin.

22 11 13

rokok,trengguli 23 september 2015

Jumlah Penayangan Blog