Showing posts with label Artikel. Show all posts
Showing posts with label Artikel. Show all posts

Monday, 20 February 2017

Cara mengetahui Keaslian Foto

Dari kedua foto manakah yang asli dan manakah yang telah melalui proses pengeditan ataukah keduanya adalah palsu?

Perkembangan internet memang tidak bisa dibendung atau di tolak keberadaanya karena bagi orang-orang di kehidupan moderen ini internet sudah dijadikan salah satu kebutuhan pokok,segala informasi bisa kita dapatkan baik berupa gambar tulisan maupun video dan kadang bagi pengguna yang tidak ahli atau awam terkecoh bahkan tidak tahu dengan keaslian dari konten yang dilihatnya.pada postingan ini saya akan mengulas sedikit tentang cara membedakan keaslian sebuah gambar orisinil dan yang direkayasa atau sudah mengalami pengeditan karena zaman sekarang sebuah gambar atau foto yang beredar di dunia maya dapat mempengaruhi opini publik,ketentraman hingga kekacauan tergantung motif dibalik sebuah gambar atau foto.berikut langkah-langkahnya.
Siapkan perangkat berupa komputer atau laptop dan sudah terinstal Adobe Potoshop akan lebih baik lagi apabila layar perangkat tersebut mempunyai resolusi yang tinggi kemudian masukkan foto yang akan di uji ke aplikasi potoshop.hal pertama yang pertama yang kita cek adalah:
1.Perbedaan Resolusinya,pada umumnya sebuah foto yang diambil secara profesional memiliki resolusi 225 ppi dibandingkan dengan pengambilan foto melalui kamera digital biasa hanya beresolusi 72 ppi.bila dua foto yang diambil melalui alat yang berbeda kualitasnya kemudian digabung menjadi satu lalu di save ke 72 ppi dengan format jpg internet,kemudian dikonversi kembali ke 225 ppi menggunakan ptoshop dan di zoom sebesar-besarnya maka perbedaan pixelnya akan terlihat.
2.Perbedaan warna dan skin tone,perbedaan antara warna wajah dan warna tubuh tidak bisa dijadikan acuan pasti sebuah foto mengalami rekayasa atau tidak karena dalam banyak hal itu sangat wajar terjadi,perbedaan yang dimaksud adalah tonase atau perbedaan gelap dan terangnya sebuah foto,untuk mengetahauinya,coba atur pencahayaan monitor perangkat yang digunakan sampai batas maksimum dan kekontrasannya sampai minimum lalu amati dengan seksama apakah terjadi perbedaan yang mencolok antara warna wajah dan warna tubuh,cara ini juga bisa diterapkan di berbagai aplikasi editor seperti photoshop.
3.Gralin dan noise,secara umum foto digital maupun hasil scan akan memiliki noise terutama pada bagian gelap atau shadow hal ini terjadi karena bit info tidak tertangkap kamera sehingga software kamera mengkompensasi secara digital dan  kamera yang berbeda tentu juga akan menghasilkan kompensasi yang berbeda,perhatikan foto kembali melalui potoshop pada chanel RGB atau CMY,saat kita bermain di chanel G dan B atau hijau dan biru akan menampakkan perbedaan tentang sebuah foto merupakan tempelan atau tidak atau sudah melalui proses pengeditan.
4.Mencari sambungan,akan sangat mudah mencari sambungan apabila sebuah foto merupakan hasil tempelan dari foto lain bila pengeditan foto tersebut dilakukan oleh pemula,beda halnya bila pengeditan dilakukan dengna tehnik tinggi menggunakan Potoshop yang bisa menyamarkan sambungan sampai 225 step,namun terkadang seorang yang sudah ahli dalam pengeditan akan membuat kelalaian,seperti rekayasa pada daerah sambungan dagu,rambut,leher dan pada area rambut.
5.Perhatikan meta data.Metadata merupakan embeded profil pada sebuah foto digital tidak pernah membuktikan keaslian atau palsunya sebuah foto,kecuali file foto itu berbentuk raw semisal foto yang berekistensi.nef untuk nikon atau .dcr untuk kodak.

adapun cara lain seperti yang telah dijelaskan diatas,pertama. dengan mengupload sebuah foto ke situs:http//fotoforensics.com.lalu menunggu hasilnya,situs tersebut akan mengeluakan informasi tentang asli atau paslunya sebuah foto (pada bagian kiri situs tersebut ada box analysis dan pilih ELA).
cara kedua mendeteksinya dengan bantuan software yang bernama JPEGSNOOP.
 cara ketiga dengan cara manual,klik kanan pada sebuah foto lalu pilih properties dan klik details.


sekian dan semoga tulisan yang bersumber dari hasil googling ini dapat memberikan manfaat.

Sunday, 19 February 2017

Sumiara pemilik brand dari Cita rasa Gurihnya Mping Melinjo


Berawal dari desakan finansial untuk terus dapat terus melanjutkan pendidikan saya harus memutar otak berusaha menghasilkan sesuatu agar bisa menyelesaikan studi tanpa berharap banyak bantuan dari orang tua.Di tahun 2013 Memasuki semester lima saya kembali terpikirkan tentang ide-ide usaha yang sedari dulu telah menjadi keinginan saya cuma masih agak bingung harus memulai dari mana dan seperti apa prospek usaha itu hingga akhirnya saya memutuskan bergabung dengan HIPMI Himpunan Pengusaha Muda Indonesia yang pada waktu itu juga menjadi salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa di kampus Universitas Muhammadiyah Makassar setelah sebelumnya saya juga telah bergabung di UKM Hizbul Wathan.Melalui HIPMI inilah saya mendapatkan banyak pengetahuan berwira usaha melalui serangkaian kegiatan-kegiatan dan kerja sama yang dilakukan pengurus untuk pengembangan kemampuan usaha anggota HIPMI di perguruan tinggi,dengan itu pula saya banyak melihat dan berdiskusi dari orang-orang yang telah sukses melalui bebagai macam jenis usaha.Seiring bertambahnya pengalaman bersama HIPMI,di awal tahun 2017 sayapun memulai langkah dengan membuat usaha pengolahan kripik melinjo menjadi cemilan dengan brand Mping Melinjo walaupun masih tergolong baru dan masih sebatas usaha kecil saya tetap semangat dan menaruh harapan bahwa kelak usaha ini bisa bersaing di pasaran.Mping Melinjo ini terinspirasi dari makanan khas tanah kelahiran saya yaitu kabupaten selayar dimana melinjo menjadi cemilan khasnya orang selayar.Sejak kemunculan brand Mping Melinjo alhamdulillah sudah ada beberapa teman dan senior yang meminta mping melinjo menjadi salah satu dagangannya dan ada pula yang sekedar menjadikan cemilan wajib saat bersantai.Walaupun masih berskala kecil alhamdulillah sampai sekarang sudah ada beberapa tempat yang menjadi langgananan tetap untuk menitip joint dengan saya.
Mulai dari Warkop Panrita,warkop alauddin,kios di romang polong,dan di daerahpun sudah ada juga seperti di jeneponto,fakfak (papua barat), majene.
Jika orang lain merintis sesuatu dengan perjuangan,maka saya sama halnya dengan mereka,kisah-kisah orang sukses selalu saja penuh rintangan di awalnya,meniti jalan setapak demi setapak untuk memperjuangkan impian,semoga Mping melinjo tetap di hati para penikmatnya.

berikut dokumentasi gaul Mping Melinjo:

























Thursday, 19 January 2017

Job description

 menuju pemimpin harapan
Job description
Rahmat Suatan (0412VII)
Dibawakan pada Tarpim HW Univ.Muhammadiyah Makassar Juli 2014


Dalam menjalankan organisasi diperlukan berbagai pengetahuan dan kecakakapan bukan hanya sekedar terpilih lalu memimpin organisasi,salah satu kecakapan dalam mengurus organisasi yaitu tentang pembagian tugas atau kerja agar segala sesuatu menjadi efisien terkait hubungannya dengan organisasi,kecakapan kecapan yang terkait dengan itu adalah job description yang akan dibahas pada tulisan dibawah ini

Pengertian

Pengertian Job description/deskripsi pekerjaan menurut para pakar
1.Werther dan Davis (1989:123) 
 " A written statement that explain the duties,working condition and other aspects of a specified job",
penyataan tertulis yang menjelaskan tugas-tugas, kondisi kerja dan aspek-aspek lainnya dari suatu jabatan tertentu.
2.Nitisemito (1992 : 19)
penjelasan tentang suatu jabatan, tugas-tugasnya, tanggung jawabnya, wewenangnya dan sebagainya.
3.Flippo (1984:11)
memberikan rincian bagian-bagian yang biasanya terdapat di dalam deskripsi pekerjaan (job desgription) yaitu: 
(a) Job identification (identifikasi pekerjaan). 
(b). Job summary (ringkasan pekerjaan) ; 
(c).Duties performed (tugas-tugas yang harus dilaksanakan). 
(d)Supervision given and received (pegawasan yang diberikan
dan diterima)
 (e). Relation to other jobs (hubungan dengan pekerjaan yang lain) 
(f). Machines, tools, materials (mesin,peralatan dan bahan).
 (g) Working condition (kondisi kerja)
(h). Definitions of unusual terms (definisi dari istilah yang tidak biasa)
(i) Comments that add to and clarify the above (penjelasan yang menambah dan memperjelas hal-hal di atas) .

Pembuatan diskripsi jabatan (job description) yang wajar dilakukan melalui suatu analisis jabatan.Dari analisis jabatan yang dilaksanakan tersebut, maka akan dilakukan penelitian terhadap aspek-aspek jabatan melalui pengamatan dan/atau pengisian kuesioner baik secara tertutup maupun terbuka (wawancara) - oleh mereka yang menduduki suatu jabatan tertentu. Berdasarkan hasil pengumpulan data ini, kemudian akan dilakukan analisis jabatan yang selanjutnya dituangkan dalam bentuk deskripsi jabatan.

Sering juga terjadi, diskripsi jabatan dibuat terlebih dahulu,tanpa melalui analisis jabatan terutama pada perusahaan atau struktur organisasi yang baru dibentuk. Dalam hal ini lebih tepat untuk dikatakan sebagai “disesuaikan” menurut kondisi ataupun kenyataan yang terjadi pada saat diimplementasikan.

Ada lima konsep dasar yang dijadikan pertimbangan dalam menyusun sebuah skripsi jabatan yaitu:
• Diskripsi jabatan adalah suatu dokumen singkat dari informasi faktual yang merupakan tugas-tugas yang harus dilakukan dan merupakan pertanggungjawaban yang melekat erat pada sebuah jabatan tertentu.
• Dalam diskripsi jabatan akan teruraikan garis-garis besar lingkup jabatan tersebut dan jabatan-jabatan lainnya dalam organisasi/ dan prasyarat-prasyarat jabatan.
• Diskripsi jabatan selalu mendasarkan pada hakekat pekerjaan daripada individu yang melaksanakannya, dengan demikian orientasi yang termasuk di dalam skripsi jabatan akan menekankan pada aktifitas-aktifitas yang harus dilakukan oleh individu yang memegang jabatan itu.
• Deskripsi jabatan juga merupakan berbicara mengenai informasi-informasi yang selektif yang diperoleh dari laporan analisis jabatan. Oleh karenanya diskripsi jabatan akan menampilkan pernyataan-pernyataan (statements) yang relevan dengan jabatan tersebut.
• Data yang tercatat dalam diskripsi jabatan akan lebih ditekankan pada hakekat atau sifat dari jabatan yang bersangkutan.
Penyusunan diskripsi jabatan merupakan satu kebutuhan yang harus dipenuhi sebuah organisasi. Diskripsi jabatan sering mempunyai efek seperti cermin bagi manajemen. Di sini manajemen dapat menggunakan diskripsi jabatan tersebut untuk menemukan adanya ketidakseimbangan dalam organisasinya terutama yang menyangkut bidang tugas,wewenang, tanggung jawab dan sebagainya. Beberapa manfaat yang bisa ditarik dalam penyusunan diskripsi jabatan antara lain sebagai berikut:

• Sebagai bahan untuk mengadakan perbandingan antara tugas dan pekerjaan dalam suatu organisasi dengan tugas dan pekerjaan pada organisasi yang lainnya (termasuk sistem kompensasi yang berlaku).
• Sebagai dasar berpijak untuk penentuan sistem kompensasi di dalam organisasi melalui proses evaluasi jabatan.
• Sebagai dasar untuk pembentukan performance appraisal system, penyusunan program-program pengembangan sumber daya manusia,promosi jabatan, rekrutmen, dan sebagainya.
• Membantu seseorang untuk bisa lebih mengerti mengenai tugas wewenang maupun tanggung-jawab dari jabatannya.Dalam hal ini juga akan membantu dalam hal memberi bahan orientasi jabatan untuk penjabatan baru.
• Menjelaskan dan menjernihkan mengenai ruang lingkup jabatan dalam sebuah organisasi sehingga dapat dihindari kemungkinan salah interpretasi, overlapping, dan sebagainya.
• Membantu dalam program-program perencanaan dan pengembangan organisasi termasuk diantaranya program-program pelatihan, pengaturan kembali sistem dan prosedur kerja dan lain-lain.

Penyusunan diskripsi jabatan akan sangat terkait erat dengan struktur kepengurusan yang ada di organisasi. Dengan demikian pembuatan diskripsi jabatan dalam sebuah organisasi yang belum mendapat “ketenangan” dalam struktur organisasinya adalah sia-sia belaka, karena bersamaan dengan selesainya pembuatan diskripsi jabatan, maka struktur organisasi - serta jabatan-jabatannya - sudah akan berbeda dengan yang
dinyatakan dalam deskripsi jabatan tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa penyusunannya diskripsi jabatan juga akan berhubungan dengan masalah waktu (disamping biaya tentunya). Dari segi waktu, biasanya setelah beberapa minggu/bulan waktu harus dikeluarkan untuk penyusunan;
maka masih diperlukan pula waktu beberapa minggu/bulan lamanya untuk memeriksa, mengevaluasi dan memperbaiki isi daripada diskripsi jabatan tersebut, sebelum hasil dapat diterima dan diputuskan oleh manajemen untuk diimplementasikan.
Kemudian hasil diskripsi jabatan ini masih harus pula dipelihara dan dievaluasi secara kontinyu supaya tetap up-to-date. Penyusunan diskripsi jabatan sebuah perusahaan seharusnya dilaksanakan sendiri oleh para pejabat-pejabat atau pengurus yang duduk dalam struktur organisasi yang ada. Dasar pertimbangan utamanya adalah hanya merekalah yang paling tahu dan paham mengenai tugas-tugas yang harus dilaksanakan, wewenang maupun tanggung-jawab yang ada, dan sebagainya. Dalam hal ini, bila organisasi tidak memiliki personil yang ahli  untuk melaksanakan penyusunan diskripsi jabatan,maka penyusunannya dapat dilakukan dengan bantuan konsultan dari luar secara bersama-sama. Hanya saja di sini proses akan berlangsung jauh lebih lama berhubung konsultan tersebut harus mengenal dan mempelajari terlebih dahulu mengenai sesuatu yang ada dalam sebuah organisasi (termasuk semua jabatan).
Proses penyusunan deskripsi pekerjaan akan diawali dengan kegiatan pengumpulan data baik melalui pengamatan lapangan, kuesioner, wawancara dengan para pemegang jabatan yang ada maupun lewat data sekunder (referensi, studi literatur, dsb). Bahan-bahan yang terkumpul tersebut kemudian harus diolah dan disusun kembali serta diseragamkan untuk setiap jabatan yang sama (dalam hal-hal yang berkaitan dengan pengawasan maupun persyaratan yang bersifat umum). Hasil penyusunan awal yang berupa draft diskripsi jabatan kemudian harus dievaluasi dan didiskusikan kembali dengan individu yang memegang jabatan untuk kemudian diteliti kebenarannya. Berdasarkan evaluasi dan
koreksi yang dilaksanakan kemudian disusun “final job description” dan akhirnya bisa diimplementasikan. Diskripsi jabatan bukanlah sesuatu hal yang bersifat konstant (permanen) oleh karena itu tindak lanjut (follow up) berupa evaluasi secara kontinyu tetap diperlukan agar diskripsi jabatan selalu up-to-date.

Diskripsi jabatan pada dasarnya menggambarkan tentang bagaimana kenyataan suatu kegiatan/pekerjaan dilakukan.
Secara komprehensif diskripsi akan berisi tentang:
1. Nama Jabatan : di sini akan disebutkan masa jabatan yang ada dan sesuai dengan struktur organisasi yang telah dirancang dalam proses pembuatan struktur organisasi sebelumnya. Sekaligus di sini akan disebutkan nomor kode dari jabatan tersebut untuk memudahkan dalam proses pendataan nantinya.
2. Kedudukan Jabatan : di sini akan disebutkan kedudukan
jabatan tersebut dalam struktur organisasi yang ada, misalkan berada di departemen/bagian/seksi apa. Dari pernyataan ini akan dapat diketahui dengan mudah tingkat/hirarki jabatan tersebut dalam struktur organisasinya.
3. Ikhtisar Jabatan : menjelaskan mengenai tujuan umum atau tujuan dasar dari suatu jabatan yang membedakannya dengan jabatan yang lain. Ikhtisar jabatan ini bisa pula dikatakan sebagai kesimpulan (summary) dari tugas-tugas pokok.
4. Tugas-Tugas Pokok : berisikan daftar tugas-tugas yang
harus dilaksanakan; meliputi tugas rutin (harian), tugas berkala (periodik mingguan/bulanan), dan tugas insidentil/tambahan yang kejadiannya berlangsung secara random.
Tugas-tugas yang dituliskan terutama sekali yang frekuensi kegiatannya cukup sering. Dari daftar tugas ini, maka tugas-tugas apa saja yang harus dilakukan suatu jabatan dan bagaimana tugas tersebut harus dilaksanakan akan dituliskan serinci mungkin.
5. Wewenang : menunjukkan “the right & power” dari suatu jabatan untuk memerintah, memutuskan, menegaskan aturan/prosedur yang harus ditaati, dan sebagainya. Wewenang biasanya akan lebih banyak ditujukan ke mereka yang memiliki kedudukan level/hirarki) yang berada langsung di lini-atas suatu jabatan. Selanjutnya diskripsi jabatan seringkali pula akan dilengkapi dengan spesifikasi dan kondisi kerja di mana jabatan/kegiatan tersebut akan diselenggarakan secara rutin.
Dengan spesifikasi dan kondisi kerja, maka di sini akan diberikan gambaran umum mengenai spesifikasi dan kondisi kerja seperti posisi kerja, pengetahuan dan kecakapan teknis yang diperlukan, kondisi kerja (temperatur, suara, penerangan dan kondisi lingkungan fisik kerja lainnya) dan resiko-resiko kerja yang mungkin dihadapi. Penggambaran tentang spesifikasi maupun kondisi kerja ini prasyarat jabat dan sekaligus pula bisa dimanfaatkan untuk dasar penentuan kompensasi jabatan. Spesifikasi Jabatan Spesifikasi jabatan memberikan suatu gambaran mengenai kualifikasi kepribadian yang dituntut dalam suatu jabatan. Spesifikasi jabatan tersebut akan memberi identifikasi dan formulasi secara jelas tentang syarat-syarat jabatan yang dituntut dari seseorang yang nantinya dipromosikan untuk menduduki suatu jabatan tertentu. Prasyarat yang ditentukan seharusnya relevan dengan tugas-tugas pokok maupun spesifikasi/kondisi kerja yang akan dihadapi (baik yang menyangkut kemampuan fisik maupun mentalnya). Berdasarkan ketetapan mengenai prasyarat jabatan ini, maka manajemen akan bisa memiliki acuan dasar untuk melakukan program recruiting maupun training (pelatihan). Spesifikasi jabatan harus dibedakan dari analisis jabatan, karena spesifikasi jabatan pada hakekatnya disimpulkan atau didasarkan dari hasil analisis jabatan.
Agar suatu jabatan dalam organisasi bisa berhasil dilaksanakan dengan sebaik-baiknya maka perlu disusun suatu prasyarat jabatan yang secara spesifik ditetapkan
sebagi berikut:

1. Prasyarat Pengetahuan (Knowledge)
Meliputi pengetahuan yang dibutuhkan untuk tiap-tiap jabatan seperti pengetahuan teknis, profesional, administrasi/ manajemen dan sebagainya.
2. Prasyarat Keterampilan (Skill)
Masalah keterampilan (skill) ini sulit untuk diidentifikasikan maupun didefinisikan, keterampilan merupakan bentuk-bentuk perilaku yang penting dalam memberikan identifikasi dan tolok ukur seseorang secara efektif. Ketrampilan dikembangkan dari proses latihan yang teratur, rutin disamping tentunya juga tergantung pada kemampuan mental bawaan dan atribut fisik seseorang.
3. Prasyarat Sikap (Attitude)
Prasyarat ini yang paling sulit untuk diukur. Sikap pada hakekatnya merupakan kecenderungan seseorang untuk bertindak yang sangat tergantung pada aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Agar tetap bisa berguna, maka spesifikasi jabatan harus selalu diperiksa - terlebih-lebih akan diterapkan dievaluasi dan dikoreksi kembali apakah spesifikasi /prasyarat suatu jabatan masih memadai (up-to-date) mengingat adanya perubahan/perkembangan yang mungkin terjadi.



-Organisasi masa depan adalah organisasai yang mau berubah dan dapat beradaptasi dengan arus perubahan zaman yang sangat cepat. “Ikuti arus, jangan melawan arus, tapi menepi agar tidak terbawa arus”.
-Tulisan ini dibuat berdasarkan pengalaman dan tulisan dari berbagai sumber bacaan

tuluisan ini disusun berdasarkan referensi berbagai sumber

Tuesday, 24 November 2015

Buktikan dengan Prestasi dan Karya

Dalam hidup ada banyak hal yang terkadang kita luputkan dari perhatian kita baik sadar maupun secara tidak sadar trmasuk dengan kehadiran orang-orang yang ada disekitar kita
Kehidupan kita ini tidak terlepas dari kehadiran orang-orang lain di sekeliling kita. Seiring waktu, kita akan bertemu dan berinteraksi dengan orang-orang yang memiliki beragam sifat, karakter dan kebiasaannya.
Tidak semua orang dapat menerima, sepaham dan serasi dengan karakter, sifat dan kebiasaan kita.
Bukan tidak mungkin ada orang-orang yang tidak atau kurang bisa menerima kehadiran kita, sehingga mungkin mereka mencibirkan bibirnya untuk menghina kita, bahkan mungkin lebih ekstrim lagi orang-orang itu memfitnah, membenci, dan mencaci kita. Baik itu di lingkungan orang-orang yang seiman atau yang tidak seiman dengan kita.
Adakalanya kita harus memberi jawab atas perlakuan ini, bukan dengan antipati, menjauhi atau membalas mereka sama dengan perlakuannya, tetapi jawaban yang paling manjur adalah dengan karya dan prestasi. Di bidang apapun kita yang kita geluti, kita harus memberikan hasil yang bisa dilihat dan dinikmati orang lain.
Tunjukkan bahwa penilaian negatif mereka tentang siapa kita itu tidak benar lewat sikap hati, karya nyata dan prestasi yang mampu kita raih. Dengan penyertaan Tuhan, kita yakin bisa melakukan sesuatu yang berguna bagi sesama atau orang lain yang menjadi jawaban atas kebencian mereka kepada kita.



Sunday, 14 September 2014

Sejarah Penerimaan Anggota Baru Hizbul Wathan Unismuh Makasar (Bagian 1)

Admin
15 09 2014. Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Qobilah Universitas Muhammadiyah Makassar kembali membuka pendaftaran penerimaan anggota baru angkatan XVII,Penerimaan anggota baru ini adalah sebuah kegiatan rutin tahunan yang diperuntukkan untuk para mahasiswa yang berminat dengan kegiatan kepanduan.
Kegiatan penerimaan anggota baru ini dikemas dengan nama Pengadatan XVII,kata pengadatan telah dipakai sejak Hizbul Wathan Qobilah Universitas Muhammadiyah Makassar masih bernama Pramuka Racana Unismuh Makasar yang menurut berbagai informasi sudah ada sejak 1996,pengadatan pada awalnya hanya merupakan serangkaian prosesi penerimaan anggota baru untuk mencari kader yang ingin bergabung dengan memberikan pelatihan pengetahuan tentang muhammadiyah dan Hizbul Wathan,sejak tahun 2000 Pengadatan terus mengalami perbaikan dari segi tujuan hingga teknis pelaksanaan namun masih mengacu pada pola pengkaderan yang sudah ada sebelumnya.dari berbagai riset dan diskusi-diskusi para anggota Hizbul Wathan Universitas Muhammadiyah Makassar yang berasal dari berbagai disiplin ilmu dan latar belakang organisasi yang ada di internal maupun eksternal Universitas Muhammadiyah Makassar,maka pelaksanaan pengadatan mulai mengalami perubahan seiring dilaksanakannya Pengadatan VIII pada tahun 2005 yang menjadi ketua pelaksana kegiatan atau ketua reka kerja adalah Rahmat Suatan alumni pengadatan VII pada masa bakti kepengurusan 2004-2006 yang dinakhodai Rudianto dan Sumarni,perubahan yang ada pada pengadatan VIII ini masih pada wilayah teknis pelaksanaan dengan ditambahkannya sejumlah materi dan kegiatan lapangan serta penentuan lokasi yang strategis untuk menunjang kegiatan yang lebih cenderung bersentuhan dengan alam berdasarkan kualifikasi bahwa yang dikader adalah mahasiswa bukan lagi anak sekolahan.....bersambung

*masih bersambung pada bagian ke 2,untuk para kader pendahulu yang telah membaca ini sekiranya bisa memberikan masukan informasi tentang Hizbul Wathan Universitas Muhammdiyah Makasaar,ke , kacuhijau1918@gmail.com,hizbulwathanunismuhmakassar.blogspot.com,atau via massenger ke Facebook Hizbul Wathan Univ.Muhammadiyah Makassar,atau datang langsung ke sekertariat sekaligus silaturrahmi.

Mohon maaf kalau ada kekurangan pada tulisan awal ini

Smaphore VII

Tuesday, 6 May 2014

MENUJU PEMIMPIN HARAPAN





Menuju pemimpin  harapan Melalui Musyawarah



      Kurang lebih 15 tahun berkiprah di Kampus dan telah menghasilkan 16 angkatan,Tidak terasa Hizbul Wathan Qobilah Universitas Muhammadiyah

makassar akan menuju pada Musyawarah Qabilah IX, (10-11 Mei 2014).Secara umum Musyawarah Qabilah/besar merupakan wadah pengambilan keputusan

tertinggi dengan berbagai dialegtika,pro kontra pun menjadi warnanya,semua terjadi dengan tujuan dan dalih ingin memperbaiki keadaan,untuk

perkembangan organisasi sesuai dengan persepsi masing-masing para peserta musyawarah,seperti itulah kira-kira dinamika dalam setiap ajang

musyawarah yang kemudian memutuskan siapa yang kemudian menjadi pemimpin.

  Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Qabilah Universitas Muhammadiyah makassar merupakan sebuah Unit Kegiatan Mahasiswa,wadah Bagi para mahasiswa

yang bermInat dengan kegiatan kepanduan yang tentunya mempunyai latar belakang inteletualitas,kehidupan dan paradigma yang berbeda-beda sebelum

mereka menjadi anggota maupun ketika mereka telah menjadi anggota yang kemudian memutuskan untuk melebarkan rasa keingintahuan mereka dengan

bergabung ke berbagai lembaga-lembaga mahasiswa yang berada di internal maupun eksternal Unismuh Makassar,hal inilah yang menjadi pemicu sebuah

dinamika dalam musyawarah (menunjukkan eksistensi dengan berdialegtika)sehingga kadang mengenyampingkan hakikat musayawarah itu sendiri,namun

semuanya harus tetap dipahami dengan tujuan mencari sebuah titik temu dalam pandangan para peserta Musyawarah.


"Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Allah dan mendirikan shalat, sedang urusan mereka (diputuskan)

dengan musyawarah antara mereka..."

(QS. Asy-Syuro/42 : 38)


     Implementasi mekanisme musyawarah dapat kita teladani secara konkrit melaalui literatur sirah nabawiyah dan sahabiyah yaitu pasca wafatnya

Rasulullah Saw. Ketika para kabilah melakukan musyawarah dalam menentukan kepemimpinan waktu itu. Dalam hal kepemimpinan para sahabat sangatlah

berhati-hati dan selektif seperti Abu Bakar Siddiq, Umar bin Khatab, Usman bin Afan, Ali bin Abu Thalib,dll mereka semua adalah Generasi Pertama

(Ashabiqqunal Awwalun) yang berkumpul melakukan musyawarah pada waktu itu guna memilih pemimpin (khalifah) yang layak menggantikan kepemimpinan

Rasulullah Saw.

Bermusyawarahlah mereka dengan jujur, adil, arif dan bijaksana. Hingga akhirnya mereka dengan sepakat memilih dan membai’at Abu Bakar Siddiq

sebagai Khalifah pada waktu itu menggantikan kepemimpinan Rasulullah Saw dengan keputusan yang adil dan rasa ikhlas di hati ummat Islam pada

waktu itu.


   Musyawarah adalah salah satu mekanisme pengambilan keputusan yang diadopsi dari ajaran Islam yang diturunkan Allah SWT melalui surat Asy-

Syuro artinya Musyawarah yang mengajarkan kepada kita bagaimana etika dan mekanisme bermusyawarah untuk meraih mufakat sehingga dapat

dipertanggung jawabkan di dunia kepada khalayak luas dan kelak diakhirat kepada Allah SWT. Keputusan musyawarah adalah hasil kesepakatan bersama

bukan keputusan sepihak apalagi keputusan yang bersifat subyektif dari orang-orang tertentu,namun hendaklah keputusan hasil kesepakatan bersama.


Dalam Musyawarah hendaknyalah pengambilan keputusan untuk organisasi bisa disesuaikan dengan keadaan dan kebutuhan anggota dan organisasi tanpa

melepaskan tujuan utama atau landasan prinsipil organisasi tersebut.


Menuju Pemimpin yang ideal


     Melihat sebuah postingan yang poskan oleh Wanha Syhrir Gafsan (Markisa XV) di Group  Hizbul Wathan Qabilah Unismuh Makassar

"Pilihlah pemimpin yang memiliki jiwa kepemimpinan, tdk sekedar ingin dikenal tetapi mampu menjalankan amanahx

sebagai ketua umum. gambaran seorang pemimpin dapat

terlihat melalui kinerja semasa keanggotaannya, yg memiliki

kegelisahan dengan realita, dan mampu membuka peluang

pengembangan kader. siapapun yg terpilih tujuan tetap

sama.. Salam Hizbul Wathan,,".

Menurut saya postingan tersebut merupakan sebuah apresiasi tentang kegelisahan seorang kader yang menginginkan pemimpin Hizbul Wathan yang ideal

sekaligus merupakan sebuah usulan pemikiran untuk para kader yang ingin menjadi nakhoda Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Qabilah Universitas

Muhammadiyah Makassar.yang walau menurut saya tidak ada pemimpin maupun kepemimpinan yang sempurna yang ada adalah menuju kesempurnaan melalui

proses.


Dalam organisasi,seorang pemimpin sebaiknya melibatkan civitas anggotanya dalam mengambil sebuah keputusan karena yang demikian itu akan lebih

membawa maslahat dan tanggung jawab bagi semua anggota, sehingga dalam menjalankan program kerja nanti, ada rasa memiliki.


     Pemimpin adalah cerminan dari sebuah organisasi karena yang pertama kali dilihat oleh khalayak luas adalah pemimpinnya. Maka berhati-

hatilah dalam memilih seorang pemimpin sebisanyalah dalam menentukannya harus disesuaikan dengan tahapan ketika dia berproses dalam menciptakan

sinergitas secara vertikal maupun secara horisontal.

    Dalam konteks Hizbul Wathan menurut saya Pemimpin yang layak adalah pemimpin yang bisa diterima tidak hanya dikalangan internal anggota,

tetapi juga di luar anggota. Oleh karena itulah karakteristik sekunder seorang pemimpin disesuaikan dengan era,kebutuhan dan medan

juangnya,karena setiap masa akan ada beberapa perubahan dan perubahan itu harus mampu di cermati dan ditanggapi dengan praksis gerakan yang

memerlukan mental dan kecerdasan berfikir yang mantap dari seorang pemimpin.


     Seorang pemimpin haruslah memiliki muwashofat primer dan

sekunder yang sesuai medan geraknya.Seorang pemimpin hendaknya memiliki Iman dan fundamen aqidah yang kokoh sebagai cerminan nilai-nilai

Religius yang tinggi. Seorang pemimpin juga harus mempunyai karakter Organisatoris yang handal dengan

mempunyai pengalaman dan keterampilan (skill) berorganisasi. Seorang pemimpin juga haruslah orang yang Cerdas sehingga mampu menyelesaikan

permasalahan dengan efektif. Seorang pemimpin harus berjiwa Humanis dengan suka membaur dengan anggotanya dan merakyat sehingga dicintai

anggotanya. Seorang pemimpin harus mempunyai kemampuan Manajerial yang tinggi dan rapih sehingga mampu menerapkan konsep manajemen SDM untuk

membangun kesolidan kerja dalam team bahkan "menajemen konflik" hingga "win win solution".Seorang pemimpin juga harus seorang yang Aktif karena

kehadirannya dalam setiap acara dan kegiatan tidak hanya sekedar memberikan kata sambutan acara namun dapat memberikan spirit dan motivasi

anggota, kehadirannya tetaplah sangat diharapkan karena dapat memberikan nilai-nilai keteladanan terhadap anggotanya. Seorang pemimpin

juga hendaknya memiliki jiwa Negosiatoris dengan kemampuannya dalam bernegosiasi dan mengutamakan musyawarah bersama untuk mencapai mufakat

adalah syarat mutlak demi kelangsungan dan kemajuan sebuah organisasi.


     Memilih pemimpin bukanlah lantaran pilih kasih karena faktor kedekatannya apalagi karena hubungan kekeluargaan tetapi karena atas dasar

kemampuan dan pengalamannya,karena penulis pernah mendengar sebuah hadits mengatakan bahwa Barangsiapa memberikan amanah (kepemimpinan) kepada

seseorang lantaran pilih kasih, padahal ada orang lain yang lebih mampu, maka sesungguhnya ia telah menghiananti Allah Subanallahu wa Ta’ala dan

Rasul-Nya (wallahualam)


    Hal penting yang perlu diingat bahwa seorang pemimpin bukanlah manusia yang paling kuat dan hebat di antara anggotanya, tetapi seorang

pemimpin itu dapat menjadi kuat dan hebat dikarenakan dukungan dan kepercayaan dari para anggotanya dan diperkuat oleh para stakeholdernya.


     Semoga sepenggal tulisan ini mampu menjadi sebuah inspirasi yang bisa memotivasi sahabat-sahabatku di HW Unismuh Makassar untuk terus

memperkaya diri dengan ilmu pengetahuan dan pengalaman agar kelak setiap dari kita mampu menjadi pemimpin-pemimpin masa depan minimal menjadi

pemimpin untuk diri sendiri.buatlah sejarah kita sendiri,sejarah yang membuat orang-orang bangga karena pernah ada dalam sejarah itu.semoga

setiap dari sejarah yang kita torehkan dapat kembali mempertemukan kita bila tiba masanya kita berpisah.

     Dalam tulisan ini saya (penulis)sama sekali tidak merasa lebih dari teman-teman yang lain,sungguh saya masihlah perlu banyak pembenahan dan untuk melihat artikel saya silahkan kilik artikel tentang Job Description

untuk diri saya sendiri.saya akhiri tulisan ini dengan kata "Hizbul Wathan Qabilah Universitas Muhammadiyah Makassar itu berisikan

Mahasiswa,maka berfikir dan betindaklah selayaknya seorang mahasiswa karena perjalanan sejarah bangsa ini tak luput dari perjuangan mahasiswa

dengan gerakan intelektualnya"


Rahmat Suatan.0412VII (Smapore VII)

Salam Hizbul Wathan!


Saturday, 1 September 2012

Kenapa Kita Mendaki Gunung?

seven summit indonesia

Mendaki gunung merupakan olah raga juga minat aktivitas di alam bebas bahkan liar. Sobat, kita menyadari kalau gunung adalah bukan habitat manusia karena berbagai satwa liar dan flora beraneka ragam telah berkembang biak di sini sebelum kita mendakinya. Mendaki gunung tidak sekedar melangkahkan kaki naik sampai puncak dan turun kembali. Sobat, boleh dikata mendaki gunung adalah olah raga seperti olag raga yang lainnya, saat kita menjadi pemain untuk berlomba dan bertanding banyak penonton mendukung meneriaki kita dengan suara keras bahkan dengan berbagai alat tabuh. Namun beda dengan olah raga mendaki gunung, di sini kita di tonton di teriaki di soraki oleh pepohonan liar, binatang buas, udara dingin, jalan menanjak bahkan hujan dan badai. Tidak bisa di tawar kalau mendaki gunung adalah aktivitas yang berat karena membutuhkan fisik dan mental yang tinggi. Ada juga yang beranggapan kalau mendaki gunung hanyalah sebuah kegiatan rekreasi biasa hingga tak pelak lagi banyak terjadi kecelakaan di gunung hingga meninggal dunia karena menganggap remeh persiapan fisik dan mental juga perbekalan yang seharusnya untuk ber-survive di abaikan.
Beradaptasi di gunung tidak seperti kita mendapat pelayanan seperti biasanya, bahkan media di alam bebas jauh lebih mendidik mental dan jiwa untuk bisa mandiri dan tidak menggantungkan terhadap orang lain, karena harus ada penyadaran kalau beraktivitas di alam bebas semuanya pasti mengandung resiko karena kita beriteraksi langsung dengan alam yang sudah barang tentu kita pasti menghadapi perubahan dari kondisi hidup normal ke kondisi tidak normal. Sobat, coba kita ingat saat kita berada di lingkungan kita sehari hari bahkan di rumah. Kita mau mandi, sarapan pagi, tidur dengan selimut hangat, kebutuhan itu sudah disediakan oleh orang tua kita dan yang berkeluarga disediakan oleh istri atau suami tercinta. Namun di alam bebas siapa yang menyediakan fasilitas itu semua kalau bukan diri kita sendiri.
Mendaki gunung adalah berpetualangan di alam bebas sebagai wujud jiwa, mental, fikiran yang di awali dengan perasaan tanda tanya oleh hasil perjalanan pendakian dan berakhir dengan rasa syukur karena sukses dalam pendakian tersebut. Perasaan yang timbul adalah rasa was was dan takut akan bahaya yang di hadapi fisik dan psiologis, tetapi sobat tidak adanya rasa takut itu, berarti tidak di katakana tantangan karena berpetualangan berani menghadai tantangan. Dan keberhasilan menghadapi tantangan di butuhkan ketahanan fisik, mental serta psiologis yang stabil, namun semua itu juga memerlukan keterampilan khusus. Sobat, selain itu juga membutuhkan biaya, yang di mana biaya juga berperan penting dalam mementukan kelangsungan perjalanan pendakian. Tanpa biaya yang mencukupi pendakian akan terhambat bahkan bisa gagal, nah… hal ini sobat manajemen perjalanan yang tidak lepas dari uang sudah tentu menilik dari isi dompet kantong kita, namun hal ini hanya tercermin mewah dan tidaknya perjalanan kita, mulai dari bentuk transpotasi sampai fasilitas dalam pendakiannya. Sobat kalau semuanya sudah terencana dengan matang dan segala sesuatunya yang benar benar kita butuhkan sudah terkemas rapi maka kita berpetualangan akan mendapatkan hal hal yang baru.
Berolah raga dengan mendaki gunung seperti berwisata yang tidak semua orang bisa menikmatinya karena di sini kita disuguhi pemandangan panorama alam yang asli. Selain itu ada bebrapa manfaat yang berupa non materai (profit) yang kadang tidak kita sadari :
  • Mendidik fisik dan mental lebih positif. Karena berjalan di gunung membutuhkan tenaga yang tidak sedikit dengan jalan menanjak bahkan menyusuri tebing tebing curam dan berakibat fisik menjadi lemah maka mental akan menurun. Dengan keadaan seperti ini kita di hadapkan oleh pembelajaran fisik atau jasmani agar sehat dan power untuk cepat tanggap dalam bereaksi. Mempertahankan mental walau dalam keadaan menurun karena di sini kita berhadapan dengan alam sejauh mana kemandirian kita mempertahankan hidup di alam bebas hingga terwujud jiwa patriotisme dan profesinal. Kemudian dapat mengaplikasikan kepada hidup ini bahwasannya ada susah, senang, berhasil bahkan tersandung dan jatuh.
  • Mewujudkan solidaritas bersama team. Pada umumnya mendaki gunung dengan melibatkan beberapa teman dan di sini sobat di tuntut untuk bisa saling berkerja sama dengan kompak. Dengan adanya kerja sama team yang kompak bisa meminimalis kejadian yang berbahaya (kecelakaan) sesama anggota team.
  • Mencetak jati diri yang tangguh. Intelligence (kecerdasan) akan terbentuk karena kegiatan di alam bebas membutuhkan pengetahuan dan ketreampilan tertentu, dengan ini sobat akan terlatih dengan teori teori yang secara lansung praktek dengan tidak setengah hati. Dalam pendakian karakter asli pribadi sobat akan terlihat jelas mana yang manja, pemalas, ceroboh, mementingkan diri sendiri, yang mandiri, tangguh dan lembut. Semua karakter asli sobat akan terlihat dengan sendirinya karena di gunung kita di hadapkan dengan tekan yang besar dan jelas nyata jauh dari peradaban tidak ada sang penolong selain diri kita sendiri dan teman sesama team. Untuk itulah dalam pendakian sobat di tuntut untuk kerja sama team yang tangguh agar sukses dalam pendakian bersama.
  • Aspek Exact (dengan seksama). Dalam setiap langkah pendakian sebelumnya di perhitungkan jadwal dan pembagian waktu, karena sobat harus benar benar bisa memperhitungkan waktu lamanya pendakian setelah kita membaca dan mempelajari dari peta bentuk kontur gunung yang berupa lembah, sungai, tebing curam dan puncak. Perhitungan waktu ini akan menyesuaikan kebutuhan logistic Dalam pengambilan keputusan yang tepat seperti saat cuaca tidak menentu atau bersurvival yang di mana sobat atau team dalam keadaan kritis karena tidak mendapatkan  fasilitas yang semestinya. Nah, sobat di tuntut mengambil keputusan yang tentunya cerdas, seksama dan tepat untuk mempertahankan hidup dan mengukur kemampuan diri. Usaha untuk meningkatkan kemampuan dalam mengambil keputusan ini akan membentuk karakter dewasa dan pengenalan diri baik berupa kelemahan ataupun kewaspadaan pada diri kita untuk memecahkan masalah.
  • Mensyukuri keagungan Tuhan. Segala yang ada di alam ini Tuhan menciptakan untuk kepentingan hambaNYA. Berada di puncak gunung terlihat hamparan pemandangan yang luas dan indah bisa mendorong kita untuk menjaga dan melestarikan ala mini untuk generasi mendatang. Mensyukuri kebesaran Tuhan mendidik kita untuk tidak sombong dan intropeksi diri, maka dengan sendirinya kita akan bisa menjaga kebersihan gunung dengan membawa kembali sampah yang kita bawa turun. Meskipun prilaku ini kelihatan kecil namun upaya untuk menjaga dan melestarikan alam supaya tetap lestari.

   Berpetualangan di gunung hutan lebat, gua, jurang terjal, tebing tebing tinggi, deras arus air tidak semuanya berpengaruh (memberi pengaruh) terhadap karakter dan pribadi sesorang. Namun menghadapi rintangan yang penuh resiko besar dan kecil di alam bebas akan mencetak orang menjadi mandiri, tabah dan tidak mudah putus asa. Sobat, nah… kebutuhn akan pengalaman baru dengan sendirinya akan kita dapat dan tentunya dengan pengalaman bisa menjadikan kita untuk bisa lebih berprestasi dan menjadi manusia yang produktif, bersikap mental positif serta dalam bertindak selalu di awali dengan niat baik. Di gunung,rimba yang buas dengan segala tantangan mengajari kita untuk berusaha menghargai kehidupan. Karena tidak ada kehidupan di dunia yang hakiki dan yang pasti berbuatlah “HIDUP ITU HARUS LEBIH DARI SEKEDARNYA”
Sobat sobat alam, mendaki gunung dan berkegiatan di alam bebas ternyata ada manfaat yang tidak bisa di nilai dengan uang, namun sobat… dengan berkegiatan di alam bebas tentunya sobat telah mengeluarkan biaya yang tidak sedikit, masihkah ada sobat yang beranggapan bahwa kegiatan mendaki gunung dan di alam bebas hanya bermanfaat sebatas kegiatan olah raga saja. Dan sudahkan sepadan pengeluaran dengan manfaat yang selama ini sobat lakukan berpetualangan di alam bebas.

The Seven Summits of Indonesia (7 puncak tertinggi di Indonesia)

           Dalam aktivitas pendakian banyak hal yang kemudian menjadi keinginan para pendaki termasuk keinginan untuk menjajal setiap pegunungan yang mempunyai ketinggian yang lebih pada setiap daerah.pada skala internasional dinamakan seven summit yang merupakan aktivitas pendakian kepuncak-puncak tinggi dunia yang mewakili setiap lempeng benua dan itu membutuhkan anggaran yang terbilang banyak bahkan sampai membutuhkan sponsor,ngomong-ngomomg kalau kita membahas seven summit kelas dunia mending kita bahas saja seven summit yang ada di indonesia sebagai langkah awal sebelum melangkahkan kaki keluar dari habitat kita,oke,dibawah ini merupakan seven summitnya indonesia yang dihimpun dari berbagai informasi,selamat membaca :)

Cartenzs Pyramid Pegunungan Sudirman; Puncak tertinggi di Pulau Papua

Pegunungan Jaya Wijaya 

Letaknya berada di kordinat 04º 03′ 48″ LS 137º 11′ 09″ BT, Puncak Jaya merupakan puncak tertinggi di Indonesia dan juga masuk kedalam salah satu Seven Summit di tujuh benua dunia versi Reinhold Messne. Rute pendakian termudah bisa melalui Ilaga (jalur utara) atau Singa dan Tembagapura (jalur selatan). 


Pegunungan Jayawijaya adalah nama untuk deretan pegunungan yang terbentang memanjang di tengah provinsi Papua Barat dan Papua (Indonesia) hingga Papua Newguinea di Pulau Irian. Deretan Pegunungan yang mempunyai beberapa puncak tertinggi di Indonesia ini terbentuk karena pengangkatan dasar laut ribuan tahun silam. Meski berada di ketinggian 4.800 mdpl, fosil kerang laut, misalnya, dapat dilihat pada batuan gamping dan klastik yang terdapat di Pegunungan Jayawijaya. Karena itu, selain menjadi surganya para pendaki, Pegunungan Jayawijaya juga menjadi surganya para peneliti geologi dunia.
Pegunungan Jayawijaya juga merupakan satu-satunya pegunungan dan gunung di Indonesia yang memiliki puncak yang tertutup oleh salju abadi. Meskipun tidak seluruh puncak dari gugusan Pegunungan Jayawijaya yang memiliki salju. Salju yang dimiliki oleh beberapa puncak bahkan saat ini sudah hilang karena perubahan cuaca secara global.
  • Sejarah Terbentuknya Gunung Jaya Wijaya
Menurut teori geologi, awalnya dunia hanya memiliki sebuah benua yang bernama Pangea pada 250 juta tahun lalu. Benua Pangea pecah menjadi dua dengan membentuk benua Laurasia dan benua Eurasia. Benua Eurasia pecah kembali menjadi benua Gonwana yang di kemudian hari akan menjadi daratan Amerika Selatan, Afrika, India, dan Australia.
Pengendapan yang sangat intensif terjadi di benua Australia, ditambah terjadinya tumbukan lempeng antara lempeng Indo-Pasifik dengan Indo-Australia di dasar laut. Tumbukan lempeng ini menghasilkan busur pulau, yang juga menjadi cikal bakal dari pulau dan pegunungan di Papua.
Akibat proses pengangkatan yang terus-menerus, sedimentasi dan disertai kejadian tektonik bawah laut, dalam kurun waktu jutaan tahun menghasilkan pegunungan tinggi seperti yang bisa dilihat saat ini.
Bukti bahwa Pulau Papua beserta pegunungan tingginya pernah menjadi bagian dari dasar laut yang dalam dapat dilihat dari fosil yang tertinggal di bebatuan Jayawijaya.
  • Puncak-Puncak Jaya Wijaya
  1. Puncak Jaya 5.030 M.dpl
  2. Puncak Yamin 4.535 M.dpl
  3. Puncak Idenberg 4.673 M.dpl
  4. Puncak Mandala 4.650 M.dpl
  5. Puncak Trikora 4.730 M.dpl
  6. puncak Carstenz Timur 4400 M.dpl
Gunung Rinjani; Puncak tertinggi di Kepulauan Nusa Tenggara dan Bali
ketinggian 3.726 m dari permukaan laut. Gunung berapi ini berada di pulau Lombok propinsi Nusa Tenggara Barat pada koordinat 8° 25′ LS 116° 28′ BT. Rute pendakian bisa dimulai dari desa Sembalunlawang.
Secara administratif Rinjani terletak pada empat wilayah kabupaten di pulau Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Saat ini, Rinjani menjadi gunung yang cukup favorit untuk di daki, baik oleh pendaki lokal maupun oleh pendaki dari mancanegara. Tercatat tingkat pendakian rinjani untuk beberapa tahun belakangan ini meningkat demikian cepat. Ini di karenakan oleh daya tarik rinjani sedemikian besar, terutama dari faktor pemandangan yang dimilikinya, serta adanya istim pelayanan yang cukup memadai untuk dapat mendakinya.
Untuk dapat mendaki rinjani, kita dapat melewati 2 jalur resmi yang telah ditetapkan olh Balai Taman nasional Gunung Rinjani (BTNGR) NTB, yaitu melewati jalur pendakian dari desa Sembalun, serta jalur pendakian melalui desa Senaru. Saat ini tersedia pelayanan jasa pendakian untuk wisatawan yang ingin menikmati panorama Gunung Rinjani, mulai dari penginapan (homestay), jasa guide serta porter yang berpengalaman yang dapat dimanfaatkan oleh wisatawan untuk mempermudah pendakian. Pendakian Gunung Rinjani sendiri dapat ditempuh dalam waktu 2 sampai dengan 3 hari, sampai dengan turun kembali ke pos pendakian.

Kita juga dapat menikmati keindahan danau segara anakan serta gunung baru jari yang terletak di bagian tengah gugusan pegungan rinjani, dan bagi yang ingin merasakan hangatnya kolam air panas, dapat juga mencoba dan mengunjunginya di kawasan danau segara anak.

Puncak Indrapura Gunung Kerinci; Puncak tertinggi di Pulau Sumatera
ketinggian 3.800 m dpl. Gunung berapi ini Berada di perbatasan propinsi Sumatera Barat dan Jambi pada lintang 10°45,50′ LS dan 1010°160′ BT. Gunung ini bisa didaki dari rute di desa Kersik Tuo. 








Puncak Mahameru Gunung Semeru; Puncak tertinggi di Pulau Jawa
berada di lokasi Taman Nasional Bromo dengan ketinggian 3.676 m dpl. Gunung ini berada di propinsi Jawa Timur di antara wilayah Kabupaten Malang dan Lumajang, dengan posisi geografis antara 8° 6′ 28″ LS, 112° 55′ 12″ BT. Rute pendakian gunung dapat dimulai dari Desa Ranupane.
#Pendakian sebaiknya dilakukan pada musim kemarau yaitu bulan Juni, Juli, Agustus, dan September. Sebaiknya tidak mendaki pada musim hujan karena sering terjadi badai dan tanah longsor.#

Beberpa Obyek yang bisa dikunjungi  

Beberapa lokasi/obyek yang menarik untuk dikunjungi:
Cemorolawang. Salah satu pintu masuk menuju taman nasional yang banyak dikunjungi untuk melihat dari kejauhan hamparan laut pasir dan kawah Bromo, dan berkemah.
Laut Pasir Tengger dan Gunung Bromo. Berkuda dan mendaki gunung Bromo melalui tangga dan melihat matahari terbit.
Pananjakan. Melihat panorama alam gunung Bromo, gunung Batok dan gunung Semeru.
Ranu Pani, Ranu Regulo, Ranu Kumbolo dan Puncak Gunung Semeru. Danau-danau yang sangat dingin dan selalu berkabut (± 2.200 m. dpl) sering digunakan sebagai tempat transit pendaki Gunung Semeru (3.676 m. dpl).
Ranu Darungan. Berkemah, pengamatan satwa/ tumbuhan dan panorama alam yang menawan.

Musim kunjungan terbaik: bulan Juni s/d Oktober dan bulan Desember s/d Januari.
Cara pencapaian lokasi: Pasuruan-Warung Dowo-Tosari-Wonokitri-Gunung Bromo menggunakan mobil dengan jarak 71 km, Malang-Tumpang-Gubuk Klakah-Jemplang-Gunung Bromo menggunakan mobil dengan jarak 53 km, dan Jemplang-Ranu Pani-Ranu Kumbolo, 16 km. Atau dari Malang-Purwodadi-Nongkojajar-Tosari-Wonokitri-Penanjakan sekitar 83 km. Dari Malang ke Ranu Pani menggunakan mobil sekitar 70 menit, yang dilanjutkan berjalan kaki ke Puncak Semeru sekitar 13 jam.  

Perjalanan
Diperlukan waktu sekitar empat hari untuk mendaki puncak gunung Semeru pulang-pergi. Untuk mendaki gunung semeru dapat ditempuh lewat kota Malang atau Lumajang. Dari terminal kota malang kita naik angkutan umum menuju desa Tumpang. Disambung lagi dengan Jip atau Truk Sayuran yang banyak terdapat di belakang pasar terminal Tumpang dengan biaya per orang Rp.20.000,- hingga Pos Ranu Pani.
Sebelumnya kita mampir di Gubugklakah untuk memperoleh surat izin, dengan perincian, biaya surat izin Rp.6.000,- untuk maksimal 10 orang, Karcis masuk taman Rp.2.000,- per orang, Asuransi per orang Rp.2.000,-
Dengan menggunakan Truk sayuran atau Jip perjalanan dimulai dari Tumpang menuju Ranu Pani, desa terakhir di kaki semeru. Di sini terdapat Pos pemeriksaan, terdapat juga warung dan pondok penginapan. Bagi pendaki yang membawa tenda dikenakan biaya Rp 20.000,-/tenda dan apabila membawa kamera juga dikenakan biaya Rp 5.000,-/buah. Di pos ini pun kita dapat mencari porter (warga lokal untuk membantu menunjukkan arah pendakian, mengangkat barang dan memasak). Pendaki juga dapat bermalam di Pos penjagaan. Di Pos Ranu Pani juga terdapat dua buah danau yakni danau Ranu Pani (1 ha) dan danau Ranu Regulo (0,75 ha). Terletak pada ketinggian 2.200 mdpl.
Setelah sampai di gapura “selamat datang”, perhatikan terus ke kiri ke arah bukit, jangan mengikuti jalanan yang lebar ke arah kebun penduduk. Selain jalur yang biasa dilewati para pendaki, juga ada jalur pintas yang biasa dipakai para pendaki lokal, jalur ini sangat curam.
Jalur awal landai, menyusuri lereng bukit yang didominasi dengan tumbuhan alang-alang. Tidak ada tanda penunjuk arah jalan, tetapi terdapat tanda ukuran jarak pada setiap 100m. Banyak terdapat pohon tumbang, dan ranting-ranting diatas kepala.
Setelah berjalan sekitar 5 Km menyusuri lereng bukit yang banyak ditumbuhi Edelweis, lalu akan sampai di Watu Rejeng. Disini terdapat batu terjal yang sangat indah. Pemandangan sangat indah ke arah lembah dan bukit-bukit, yang ditumbuhi hutan cemara dan pinus. Kadang kala dapat menyaksikan kepulan asap dari puncak semeru. Untuk menuju Ranu Kumbolo masih harus menempuh jarak sekitar 4,5 Km.
Di Ranu Kumbolo dapat mendirikan tenda. Juga terdapat pondok pendaki (shelter). Terdapat danau dengan air yang bersih dan memiliki pemandangan indah terutama di pagi hari dapat menyaksikan matahari terbit disela-sela bukit. Banyak terdapat ikan, kadang burung belibis liar. Ranu Kumbolo berada pada ketinggian 2.400 m dengan luas 14 ha.
Dari Ranu Kumbolo sebaiknya menyiapkan air sebanyak mungkin. Meninggalkan Ranu Kumbolo kemudian mendaki bukit terjal, dengan pemandangan yang sangat indah di belakang ke arah danau. Di depan bukit terbentang padang rumput yang luas yang dinamakan oro-oro ombo. Oro-oro ombo dikelilingi bukit dan gunung dengan pemandangan yang sangat indah, padang rumput luas dengan lereng yang ditumbuhi pohon pinus seperti di Eropa. Dari balik Gn. Kepolo tampak puncak Gn. Semeru menyemburkan asap wedus gembel.
Selanjutnya memasuki hutan Cemara dimana kadang dijumpai burung dan kijang. Daerah ini dinamakan Cemoro Kandang.
Pos Kalimati berada pada ketinggian 2.700 m, disini dapat mendirikan tenda untuk beristirahat. Pos ini berupa padang rumput luas di tepi hutan cemara, sehingga banyak tersedia ranting untuk membuat api unggun.
Terdapat mata air Sumber Mani, ke arah barat (kanan) menelusuri pinggiran hutan Kalimati dengan menempuh jarak 1 jam pulang pergi. Di Kalimati dan di Arcopodo banyak terdapat tikus gunung.
Untuk menuju Arcopodo berbelok ke kiri (Timur) berjalan sekitar 500 meter, kemudian berbelok ke kanan (Selatan) sedikit menuruni padang rumput Kalimati. Arcopodo berjarak 1 jam dari Kalimati melewati hutan cemara yang sangat curam, dengan tanah yang mudah longsor dan berdebu. Dapat juga kita berkemah di Arcopodo, tetapi kondisi tanahnya kurang stabil dan sering longsor. Sebaiknya menggunakan kacamata dan penutup hidung karena banyak abu beterbangan. Arcopodo berada pada ketinggian 2.900m, Arcopodo adalah wilayah vegetasi terakhir di Gunung Semeru, selebihnya akan melewati bukit pasir.
Dari Arcopodo menuju puncak Semeru diperlukan waktu 3-4 jam, melewati bukit pasir yang sangat curam dan mudah merosot. Sebagai panduan perjalanan, di jalur ini juga terdapat beberapa bendera segitiga kecil berwarna merah. Semua barang bawaan sebaiknya tinggal di Arcopodo atau di Kalimati. Pendakian menuju puncak dilakukan pagi-pagi sekali sekitar pukul 02.00 pagi dari Arcopodo.

Puncak Rantemario Gunung Latimojong; Puncak tertinggi di Pulau Sulawesi
puncak tertingginya bernama Rante Mario memiliki ketinggian 3.478 m dpl. Pegunungan Latimojong yang merupakan gunung tidak berapi ini berada di kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, pada koordinat 3° 22′ 54″ LS 120° 1′ 43″ BT. Rute pendakiannya bisa dimulai dari desa Karangan. Sumber lain menyatakan puncak tertinggi adalah Rantekombola yang berada berdekatan dengan Rantemario. 
 



Gunung Binaiya; Puncak tertinggi di Kepulauan Maluku
ketinggian 3.027 m dpl. Dan. Gunung tidak berapi ini terletak di pulau Seram dalam wilayah Kabupaten Maluku Tengah, Maluku. Tepatnya pada koordinat 3° 10′ LS dan 129° 28′ BT. Rute pendakian kepuncaknya bisa dimulai dari desa Kanike.  


Gunung Bukit Raya; Puncak tertinggi di Pulau Kalimantan
ketinggian 2.278 m dpl. Gunung tidak berapi yang merupakan bagian dari Muller Schwaner ini terletak di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah pada koordinat 112º 07′ BT dan 00º 24′ LS. Rute pendakian bisa dimulai dari Nanga Popai, Kalimantan Barat.   

*dari berbagai Sumber* 

Jumlah Penayangan Blog